Gagal.

Akhirnya tanggal 9 September datang juga, hari yang ditunggu-tunggu karena ini adalah hari pengumuman LPDP. Harapannya sih hari ini menulis dengan riang gembira mengabarkan kabar baik bahwa saya lolos tapi ternyata belum rejeki, nih.

Dimulai dari dapat LINE dari Ebby dan Icha, sesama anak TI yang ikutan LPDP batch ini, untuk nanya-nanya pengumuman udah ada apa belum. Terus jam 3 Icha bilang kalau pengumuman udah ada dan aku login ke akun LPDP. Hahaaa ternyata aku gak lolos. Setengah jam kemudian baru muncul notifikasi dengan subject “Informasi Ketidaklulusan Seleksi Substansi LPDP” wkwk nyebelin banget subjectnya.

Yaaaaa nggak terlalu kecewa sih biarpun jelas pasti diri ini bertanya-tanya kenapa yah gak lolos. Daritadi mau submit permohonan informasi ke website Kemenkeu tapi email aktivasinya gak masuk-masuk. Payah.

Yaudah sih sekarang mau curhat segitu dulu aja.

Sekarang mau usaha untuk Swedish Institute Study Scholarship dan siap-siap daftar uni dan mau coba TU/e dan NESO juga deh. Kalau masih niat daftar LPDP mungkin akan daftar di Batch 1 Bulan Januari tapi semoga saja dapat SISS karena ku lumayan kecewa sudah ditolak.

Di postingan selanjutnya mungkin akan curhat tentang keberjalanan wawancara kemarin dan mungkin bisa sekalian refleksi diri aku salah dimana yaaa?! Sepertinya nanti begitu aku dapat rincian penilaian dari LPDP.

So, see ya~

Pengalaman Mengurus SKCK

Setelah dinyatakan lulus seleksi administrasi LPDP, pelamar diharuskan untuk membawa SKCK atau Surat Keterangan Catatan Kepolisian untuk kelengkapan saat tes substantif nanti. Kalau dari hasil browsing, kebanyakan orang mengurus SKCK untuk melamar kerja. Dalam postingan kali ini, aku mau berbagi pengalaman membuat SKCK. Rumahku masuk ke area Kabupaten Bandung, dan karena SKCK ini akan digunakan untuk kelengkapan beasiswa dari pemerintah, maka nggak bisa menggunakan SKCK yang dikeluarkan Polsek, tapi harus dari Polres.

Jadi walaupun rumahku di daerah Dago Atas, kemarin ngurusin SKCK-nya ke Polsek Cimenyan di daerah Padasuka yang jauh banget parah, dan ke Polres Soreang yang lebih jauh lagi parah banget. Boros bensin dan waktu dan tenaga.

Berikut adalah kelengkapan yang harus disiapkan sebelum ke Polsek/Polres:

  1. Surat pengantar dari RT
  2. Surat pengantar dari RW, harus membawa surat pengantar dari RT
  3. Surat pengantar dari Kelurahan/Desa, didapatkan dengan membawa (1) surat pengantar RT dan RW – fotokopi 1 x, karena 1 untuk Polsek, 1 lagi untuk Polres, (2) Fotokopi KK, (3) Fotokopi KTP, (4) Fotokopi Akte Kelahiran
  4. Fotokopi KTP – min. 2 rangkap (1 utk Polsek, 1 untuk Polres
  5. Fotokopi Akte Kelahiran – min. 2 rangkap
  6. Fotokopi Kartu Keluarga – 2 rangkap (1 untuk Polsek, 1 untuk Polres)
  7. Pas Foto 4×6 berlatar merah sebanyak 2 lembar (untuk di Polsek), dan 6 lembar (untuk di Polres)
  8. Formulir sidik jari (diisi di Polres)

Yang paling merepotkan adalah mengurusi surat pengantar dari RT, RW, dan Desa. Waktu kemarin mau membuat pengantar RT, untungnya ketua RT-nya adalah ibu-ibu yang stay di rumah terus. Sedangkan waktu saya datang ke rumah Pak RW, si bapak lagi keluar dari saya harus balik lagi kesana besoknya jam 7 pagi. Ugh.

Di hari kedua, saya datang ke rumah Pak RW jam 7 pagi untuk minta pengantar, yang ternyata dilakukan dengan cara menambahkan tanda tangan dia di surat dari RT. Karena kantor Desa baru buka jam 8, saya balik lagi ke rumah. Jam 8 lebihan, saya berangkat ke kantor Desa, dan menyerahkan fotokopian akte, KTP, kartu keluarga, serta pengantar dari RW. Pelayanannya lambaaaatttt bgt huhuh padahal cuma nungguin dia ngetik selembar surat tapi hampir setengah jam sendiri. Mulai dari pengetikan yang lama, dan kegiatan print-memprint yang gabisa gabisa terus. Alhamdulillah tanda tangannya udah langsung di-print. Gak kebayang deh kalo harus nungguin kepala desanya muncul.

Habis dari Desa, aku langsung pergi ke Polsek Cimenyan (untuk tahu Polsek mana yang harus kamu datangi untuk membuat SKCK, bisa dilihat di KTP (kecamatannya apa)). Di sana, nunggu lama karena personel yang kebagian ngurusin SKCK lagi dipanggil untuk bertugas di Nagreg karena waktu itu lagi musim mudik.

Disitulah dikasih tahu kalau SKCK Polsek nggak bisa dipakai untuk keperluan LPDP karena urusannya dengan pemerintah. Berhubung saat itu waktu sudah menunjukkan jam 11 siang, aku memutuskan untuk pergi ke Soreang besoknya lagi aja karena j a u h dan macet, jadi aku gak mau ambil risiko nyampe sana, penuh, dan taunya harus balik lagi besok karena udah terlanjur tutup.

Pembuatan SKCK di Polres

Aku sampai di Polres Soreang jam setengah 8 pagi. Kepagian. Masih nungguin polisinya apel dulu. Dan ternyata, antrean bikin SKCK nggak panjang dong hmmm tau gitu rada siangan aja perginya. Kalau dari pintu masuk Polres, jalan sedikit melewati pos lalu masuk ke gedung pertama di sebelah kiri.

Biaya (resmi) yang dibutuhkan untuk pembuatan SKCK adalah Rp10.000,00, dan akan dapat tanda pembayaran seperti ini:

IMG_7653.jpg

Berhubung aku membuat SKCK baru, maka (katanya) harus dibuat kartu identitas sidik jari yang bentuknya begini:

Screen Shot 2016-08-08 at 9.34.41 AM.png

Terus diminta uang Rp25.000,00. Berhubung informasi yang kudapatkan bilang bahwa biaya resminya cuma Rp10.000,00 tanpa tambahan apa-apa, aku langsung kesel banget karena kemungkinan besar ini adalah pungli. Waktu aku minta bukti pembayaran, si mas-masnya bilang, “Nggak ada bukti pembayaran.” Dan waktu aku coba konfirmasi lagi bahwa total biayanya cuma Rp10.000,00, dia bilang “Kita mah cuma menjalankan apa kata atasan.”

Kesel banget.

Tapi yaudah jadinya aku bayar juga. Ya, di Polres Soreang masih ada pungutan liar. Payah.

Habis itu, nunggu SKCK-nya beres, lalu difotokopi (kalau butuh), dan minta legalisir. Berhubung Soreang jauh banget ya dari rumahku, jadi yaudah aku fotokopi 4 kali aja untuk kemudian dicap dan ditanda tangan.

Oya, masa berlaku SKCK itu cuma 3 bulan ya, jadi harus diperpanjang. Untuk memperpanjang masa berlaku SKCK, berikut kelengkapannya:

  1. SKCK lama asli/fotokopi legalisir
  2. Fotokopi Akte Kelahiran
  3. Fotokopi KK
  4. Fotokopi KTP
  5. Pas foto 3 lembar latar merah

Perbedaannya cuma: gak usah isi formulir sidik jari, dan pas foto yang dibawa cukup 3 aja.

Yah jadi begitulah cerita mengurus SKCK untuk yang domisili di Kabupaten Bandung, semoga membantu.

Mengurus Kelengkapan Administrasi LPDP – Membuat Surat Keterangan Sehat

Halo, di postingan kali ini saya akan berbagi pengalaman mengurusi surat keterangan sehat, keterangan bebas narkoba, dan keterangan bebas TBC (khusus studi ke luar negeri), yang merupakan salah satu kelengkapan berkas untuk pendaftaran LPDP. Syarat dari pembuatan surat ini adalah harus dikeluarkan oleh RS pemerintah. Karena domisili saya di Bandung, maka saya kemarin mengurusi pembuatannya di RS Hasan Sadikin. Total hari yang saya habiskan untuk membuat surat-surat ini adalah 2 hari, karena hasil rontgen untuk tes TBC tidak bisa jadi di hari yang sama.

Berikut adalah urutan tes-tes yang dijalani selama pembuatan surat keterangan sehat ini:

  1. Tes Urin (tes narkoba) – Lt 4 Diagnostic & Cardiac Center
  2. Cek tensi, alergi, buta warna, periksa tinggi dan berat badan – Lt 4 Diagnostic & Cardiac Center
  3. Foto thorax (untuk cek TBC) – Lt 1 Radiologi
  4. Wawancara Narkoba – Lt 4 Diagnostic & Cardiac Center

Dan ini adalah langkah-langkah yang aku lakukan waktu kemarin ke RSHS:

  1. Jam 10 sampai di kompleks RSHS, lalu cari gedung Diagnostic & Cardiac Center. Gedung baru, deket gerbang keluar RSHS.Diagnostic and Cardiac Center.jpgLangsung naik lift ke lantai 4, tempat Medical Check Up (keluar lift, belok kiri).
  2. Ke meja pendaftaran untuk ambil nomor pendaftaran, lalu daftar jenis-jenis tes.
  3. Melakukan pembayaran sebesar Rp 380.000,00 (23 Juni 2016) di Penata Jasa, dekat pintu masuk. Pembayaran bisa dilakukan secara cash maupun menggunakan kartu Mandiri. Berikut adalah rincian biaya untuk setiap jenis tes:harga tesUntuk foto thorax, ada tambahan Rp85.000,00.
  4. Tunggu nama dipanggil ke ruang tes urin. Dikasih container plastik kecil, di sebrang ruangannya ada toilet.
  5. Tunggu nama dipanggil ke ruang sebelahnya, ada perawat yang akan mengecek tensi, alergi (cuma ditanya doang ada alergi apa engga, hmm), buta warna, serta tinggi dan berat badan.
  6. Habis itu, ke bagian Radiologi di lantai 1 untuk foto thorax (Ruang pemeriksaan bisa dilihat di bon, kemarin aku di Ruang Periksa 3). Taruh berkas di kotak, yang diletakkan di luar ruang pemeriksaan. Gak lama, dipanggil oleh petugas.
  7. Kembali lagi ke lantai 4 gedung awal, tunggu di depan ruang wawancara untuk kemudian diwawancara oleh dokter. Pertanyaannya: Minum kopi ngga? Minum teh ngga? Minum alkohol ngga? Dll dll cuma bentar banget. Abis itu dia malah nanya aku mau sekolah dimana
  8. Pergi ke ruang sebelahnya (tempat tadi periksa tinggi, berat badan, dll.), untuk dikasih amplop dan surat.
  9. Sertifikat bebas narkoba harus diambil di lantai 1
  10. Boleh pulang

Dan ini adalah yang kulakukan di hari kedua:

  1. Kembali lagi ke RSHS untuk ambil hasil rontgen di Radiologi (lantai 1)
  2. Balik lagi ke lantai 4 untuk wawancara dengan dokter umum, dikasih surat sehat

Kalau mau dilegalisasi, bisa langsung difotokopi dan dititipkan ke tempat masing-masing (bebas narkoba ke ruangan lantai 1), TBC ke lantai 1 radiologi, dan surat sehat bisa ke meja pendaftaran.

Secara umum, pelayanan di RSHS lumayan baik dan cepat, cuma jaraknya itu loh dan harus bolak-balik lantai 1 dan 4 berkali-kali. Dan lumayan juga sih keluar uang hampir 400 ribu demi kertas-kertas berikut….

Screen Shot 2016-08-07 at 4.29.16 PM.png
Surat Keterangan Bebas Narkoba

Screen Shot 2016-08-07 at 4.26.17 PM.png

Surat Keterangan Sehat

Screen Shot 2016-08-07 at 4.18.40 PM.png

Surat Bebas TBC

Mengurus Kelengkapan Berkas Administrasi LPDP – Apa Aja Sih?

logo lpdp.png

Halo, udah lama nggak nulis nih! Berhubung tanggal 27 Juli kemarin saya sudah dinyatakan lulus seleksi administrasi a.k.a. seleksi berkas untuk LPDP Batch 3 – Magister Luar Negeri, jadi sekarang saya akan mulai berbagi langkah-langkah melengkapinya. Untuk dokumen yang harus dipersiapkan dan diupload ada lumayan banyak, sebagai berikut:

  1. Ijazah Sarjana – Karena waktu deadline pendaftaran batch 3 (15 Juli 2016) saya belum resmi wisuda, saya upload SKL (Surat Keterangan Lulus). Gak masalah
  2. Transkrip Nilai Sarjana (S1) – Minta ke TU Prodi
  3. Rencana Studi – Batas maks essay 700 kata, berisi rangkuman secara jelas mengenai perkuliahan per semester mulai dari mata kuliah yang diambil serta penjelasannya. Ditambah dengan rencana pasca studi serta kegiatan non akademik yang akan diikuti
  4. Sertifikat Bahasa Asing yang diakui LPDP dan masih berlaku – Tanggal 22 Mei 2016 saya ambil tes TOEFL iBT di Bandung, hasilnya bisa diakses online tanggal 5 Juni, dan berkas yang dikirim dari ETS baru sampai tanggal 19 Juli 2016 (hampir 2 bulan dari tanggal tes)
  5. Surat Pernyataan tidak sedang dan tidak akan menerima bantuan beasiswa Magister dari sumber lain dll dll (bermaterai) – Formatnya bisa dilihat di Buku Panduan LPDP, atau bisa download di sini.
  6. Surat Izin Belajar sesuai format LPDP  Untuk yang udah kerja aja, formatnya bisa dilihat juga di Buku Panduan LPDP, atau bisa download di sini.
  7. Surat Rekomendasi sesuai Format LPDP  Saya minta ke dosen pembimbing, yang sudah kenal lumayan lama juga karena udah pernah diajar dari tingkat 2. Kalau nggak ke dosen pembimbing, mungkin juga bisa minta ke kaprodi. Formatnya bisa dilihat di sini.
  8. LoA Conditional/Unconditional – Nggak ku-upload karena belum apply sekolah
  9. Scan Kartu Tanda Penduduk 
  10. Surat Keterangan Berbadan Sehat, Bebas Narkoba, Bebas TBC – harus dibuat di RS Pemerintah. Karena aku di Bandung, kemarin ngurusinnya di RS Hasan Sadikin

Selain ke-10 berkas di atas yang harus di-upload, ada 2 essay lain yang harus dibuat yaitu:

  1. Essay Kesuksesan Terbesarku
  2. Essay Kontribusiku bagi Indonesia, dulu, sekarang, dan nanti

Jumlah kata maksimum yang diperbolehkan adalah 700 kata. Kedua essay serta rencana studi disarankan ditulis dalam bahasa Inggris bagi pelamar yang ingin apply sekolah ke luar negeri. Kemarin yang kutulis dalam bahasa Inggris hanya essay kesuksesan terbesar dan rencana studi, karena aku mau menuliskan kutipan seseorang dalam bahasa Indonesia di essay kesuksesan terbesar. Alhamdulillah nggak masalah. Kontennya sebaiknya disusun dari jauh-jauh hari, dan akan lebih baik jika kalian meminta feedback dari orang-orang lain, mungkin bisa minta tolong ke kakak kelas. Kemarin aku mengirimkan draft essay ke 4 orang, di antaranya adalah senior yang lolos LPDP.

Pengumuman lulus/tidaknya akan dikirimkan LPDP via email, dan juga bisa dicek di akun LPDP. Tahap selanjutnya adalah Seleksi Substantif yang terdiri atas essay OTS, wawancara, dan Leaderless Group Discussion. Karena aku berdomisili di Bandung, nanti kebagian jadwalnya antara 24-26 Agustus 2016 di Gedung Keuangan Negara, Asia-Afrika. Deg-degan banget menyiapkannya terutama buat wawancara huhuh.

Di postingan-postingan selanjutnya, aku akan jelaskan lebih rinci tentang cara untuk membuat beberapa kelengkapan berkas administrasi.

Wish me luck, and good luck to you too. 🙂

 

Plan Setelah Lulus.

Hai! Sudah lama banget nggak nulis di WordPress sini, tapi kalau di Tumblr sih jalan terus. Hehe. Sesuai dengan plan awal yang pengen mengisi WordPress dengan tulisan-tulisan yang lebih serius dan berguna, maka sekarang aku ingin sharing tentang rencana kehidupan setelah resmi lulus dari ITB tanggal 30 Juli 2016 kemarin.

lulus.jpg

Dari sebelum masuk S1, saya sudah bilang sama diri sendiri bahwa akan saya akan lanjut S2. Pendidikan minimal saya adalah magister. Dari tingkat 2, udah mulai browsing-browsing mau S2 di negara apa, dan pilihan pertama saya adalah Amerika. Tapi melihat tuition yang mahal-mahal banget, apalagi saya nggak benar-benar menemukan jurusan yang saya mau, maka saya ganti negara tujuan. Dari tingkat 2, saya sudah tahu bahwa saya ingin lanjut sekolah di Swedia, dengan alasan dan cerita selengkapnya mungkin nanti aja kalau saya sudah benar-benar akan lanjut ke sana heheh. I don’t want to jinx anything.

Jadi, plan saya yang pertama yaitu lulus di Wisuda Juli 2016, sudah tercapai. Dan secara garis besar, berikut adalah rencana saya untuk beberapa tahun ke depan:

  1. Daftar LPDP Batch 3 – Juli 2016
  2. Daftar sekolah via universityadmission.se – Oktober 2016
  3. Kerja di LPIK – Juli 2016 – Agustus 2017
  4. Mulai sekolah – September 2017 – Agustus 2018

Sebenarnya, cita-cita utama saya adalah jadi entrepreneur, yang sampai detik ini masih baru kepikiran kerangkanya doang. Pokoknya saya mau jadi orang yang punya impact besar untuk lingkungan dan untuk orang lain.

 

 

Greifswald International Students Festival 2016

gristuf1.jpg

Ini adalah nama students festival yang kuikuti pada tanggal 4-11 Juni 2016. Acaranya dilaksanakan di Greifswald, sebuah kota kecil di dekat Teluk Baltik. Berjarak 3 jam naik bus dari Berlin.

Screen Shot 2016-06-23 at 8.05.01 PM.png

Ini adalah kali pertamaku ikut acara semacam ini, di luar Indonesia pula. Ada banyak sekali hal yang kualami untuk pertama kali. Pertama kali pergi naik pesawat sendiri, pertama kali ke luar negeri sendiri, pertama kali ke negara Schengen, pertama kali ke Jerman, pertama kali puasa hampir 20 jam, pertama kali ketemu orang dari berbagai negara dalam waktu yang bersamaan, dan banyak lagi lainnya.

Aku tahu informasi Gristuf 2016 ini dari web super informatif: Youth Opportunities. Baru baca postnya di hari H deadline pendaftaran, baru submit motivation letter jam 8, padahal pendaftaran tutup jam 12. Alhamdulillah masih rejeki.

Apply-nya mudah banget, jadi langsung ke web Gristuf-nya, buat akun di gristuf.org/ems, submit motivation letter, dan tunggu kabar dari panitianya. Ini acara 2 tahunan, jadi Gristuf selanjutnya akan ada di tahun 2018.  Jangan lupa untuk selalu kepo web Youthop karena ada baaanyaaaakkkk banget kesempatan semacam ini disana.

Greifswald

Dibaca: Graivsvald, dengan r yang terdengar seperti rrkkh. Super gatau banget ada kota ini di Jerman, karena aku hanya tau kota-kota mainstream seperti Berlin, Aachen, Munich dkk. Greifswald ini dulunya pernah menjadi bagian dari Swedia, sebelum akhirnya pindah ke bawah Jerman. Greifswald adalah kota kecil yang indah banget!!! Gedung-gedungnya seperti rumah boneka, dengan jalanan berbatu dan city square yang kecil tapi lucu banget.

gristuf2.jpg
Tipikal gedung di Greifswald. Imut banget ga sih….

IMG_6873.jpg

gristuf3.jpg
Greifswald from above. Itu Laut Baltik di belakangnya.

Greifswald adalah kota pelajar, dari 60.000 penduduknya, 50.000-nya adalah mahasiswa. University of Greifswald adalah universitas tertua Swedia (karena dulu masih masuk teritorinya), dan salah satu univ tertua di Jerman juga.

Suka banget sama kota kecil yang hipster banget ini. It seems to me that everybody knows everybody and it’s super cute.

Beberapa informasi umum tentang Greifswald selama Gristuf kemarin:

Suhu: 17-21 derajat kalau siang, bisa sampai 11 derajat di malam hari

Karena lagi musim panas, siang harinya panjang banget. Matahari baru terbenam jam 10 malam. Tapi suhunya super enak. Sejuk tapi matahari bersinar terik. Makanya kulit jadi gosong 😦

Banyak banget vegetarian!! Menu selama Gristuf nggak ada satupun yang daging. Rindu daging. Sempet sih beli Kebab sapi dan gatau deh itu halal apa engga…

IMG_6886.jpg
Our typical meal. Walaupun ini terlihat lezat, tapi percayalah… ini hambar dan nggak enak huhuh rindu banget makanan Indonesia selama di sana. Salah satu alasan kenapa aku rela-rela aja berpuasa dan melewatkan semua makanan ini.

Overview Gristuf 2016

Acara ini partially funded; semua akomodasi selama di Gristuf ditanggung oleh panitia, sedangkan traveling to and from Greifswald-nya kita cari sendiri. Dapet reimburse 50€ yang sebenarnya nggak terlalu pengaruh sama harga tiket yang kalau dikonversi kurang lebih 700€. Hiks.

Ini adalah rundown Gristuf yang dikirimkan panitia via email:

unnamed (2).png

Dalam 8 hari festival, kita dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil untuk mengikuti workshop yang kita apply waktu pendaftaran. Pilihan pertamaku adalah Cultural Perspectives, tapi sayangnya aku gak masuk situ huhuh. Jadilah aku masuk Workshop bertemakan Islands: History, Present, & Future. Ini adalah grup terkecil kedua yang isinya cuma tujuh orang dan tempat workshopnya terpencil berdua bareng Safe Harbour Europe, di warehouse dekat sungai.

IMG_6899.jpg
Sungainya. Huhuh aku lupa ngambil foto warehouse tempat workshop-ku
gristuf4.jpg
2nd tiniest workshop group, minus Dali.

Acara ini berbeda dari ekspektasiku tentang students festival yang serius karena acara ini FUN B A N G E T parah. Super kasual, banyak acara yang jadi kesempatan kita berinteraksi dan ngobrol antara satu dengan lain. Selama makan siang dan makan malam, dan setiap waktu kosong. Belum lagi tiap malam selalu ada party (aku cuma ikut party di hari terakhir dan ku menyesal, harusnya aku datang setiap malam).

Aku mendapatkan banyak banget kenalan dari berbagai negara, dan juga mendapatkan banyak banget cerita-cerita seru yang jelas memperluas wawasan. Ahhhh pengen banget ikutan acara-acara kayak begini lagi, dan jelas membuatku semakin semangat untuk lanjut sekolah di benua Eropa!!

Highlights of Gristuf 2016

Ada terlalu banyak hal menyenangkan dan pengalaman seru dari Gristuf ini, dan salah satunya adalah pengalaman puasa dan buka bareng dengan orang-orang ini:

 

IMG_6995.jpg
Di (Russia), Abdullah & Ahmed (Marocco), Jody (Palestine), Rossi & Auzi (Indonesia), Omar & Lubna (Egypt), Aymen (Algeria). Masih ada beberapa orang lagi tapi nggak ikut foto.

Alhamdulillah puasaku di Jerman hanya bolong 2 hari saja. Hari pertama adalah waktu ekskursi ke Hiddensee yang diawali dengan sprint dari rumah ke stasiun kereta bareng Emanuel karena telat!! Gakuat banget pagi itu paru-paru rasanya kayak kebakar (lebay tapi beneran deh). Hari kedua adalah tanggal 13 Juni, karena seharian di pesawat otw pulang ke Indonesia.

Tuker-tukeran cerita tentang Islam di Mesir dan nanya-nanya juga dengan customs di mereka. Ahhhh kangen banget dengan orang-orang Arab ini!!

Suka banget sama konsep dari acara ini!!:

IMG_6957.jpg
Sail Cinema. Atmosfer super hipster. Ini jam 10 malam, super terang.

Kami semua screening film Song of the Sea, film kartun tentang Selkie, yang diproyeksikan ke layar kapal, dan baru mulai jam 10 malam karena nunggu langit gelap. Sambil makan popcorn dan berselimut karena suhu begitu dingin. Akhirnya menyerah dan pulang duluan jam 11 malam. Besoknya flu.

Super super super kangen banget sama Greifswald dan semua partisipan Gristuf dan Jerman. Aku mau lagi pergi kesana!

Catching Up!

Hai, udah lama banget nggak nge-post. Sudah banyak sekali hal yang terjadi dari postingan terakhirku. Aku baru saja kembali dari Jerman, mengikuti Greifswald International Students Festival 2016, dan sepulang dari Jerman, aku sidang tugas akhir jadi sekarang aku sudah jadi sarjana teknik!!

Habis lulus, ngejar apa?

Aku mau siap-siap untuk apply LPDP dan apply sekolah untuk lanjut S2 ke KTH. InsyaAllah akan selalu update postingan tentang persiapan hal-hal, dan semoga informasi dan pengalamanku bisa jadi referensi untuk siapaaa gitu yang baca.

Up next on my page: Gristuf Stuff.